Sunday, December 31, 2017

Tahun Hebat Bagi Bitcoin


Di awal tahun 2017 ini, harga bitcoin berada di kisaran US$ 1.000 atau sekitar Rp 13,5 juta. Hingga dengan akhir tahun ini, harga bitcoin sempat menyentuh rekor tertingginya di level US$ 19.000 atau sekitar Rp 260 juta.

Dengan pelonjakan harga yang sangat signifikan tersebut, tentu saja hal itu memikat perhatian para investor untuk mendulang sejumlah keuntungan di pasar cryptocurrency atau menginvestasikan sejumlah uang mereka di bitcoin.

Oleh karena itu, perdagangan bitcoin pun menjadi populer di dunia, terutama di Korea Selatan (Korsel). Hal tersebut terlihat dari warga Korsel yang mendirikan lapak jual beli bitcoin dan memberikan edukasi bagi mereka yang kurang memiliki pengetahuan tentang cryptocurrency.

Namun, sampai dengan saat ini masih jarang terdapat bursa penjualan bitcoin dan mata uang digital lainnya di Korsel. Akan tetapi, banyak warga Korsel yang terpikat dengan keuntungan yang diperoleh, mulai dari pelajar hingga pensiunan.

Maka dari pada itu, pada hari Kamis 28/12/2017 kemarin, otoritas Korsel mewajibkan orang-orang yang melakukan kegiatan jual beli bitcoin untuk menggunakan nama asli mereka, agar terhindar spekulasi.

Kewajiban tersebut membuat bitcoin menjadi sejajar dengan produk – produk keuangan lainnya di Korsel. Selain itu, dengan adanya kewajiban tersebut, sehingga memudahkan pemerintah dalam melacak transaksi dan memperoleh pajak dari investasi mata uang digital.

Otoritas Korsel mengatakan bahwa spekulasi mata uang digital telah melonjak dengan sangat tidak rasional di Korea, sehingga pemerintah tidak bisa membiarkan situasi spekulasi abnormal tersebut terus terjadi.
Akibat pernyataan dari otoritas Korsel, harga bitcoin pun langsung anjlok. Berdasarkan data dari CoinDesk, harga bitcoin diperdagangkan pada level US$ 14.896 atau sekitar Rp 201 juta.

Tambahan informasi, pada bulan September 2017 lalu, otoritas keuangan Korsel telah melarang penerbitan bitcoin baru dengan skema Initial Coin Offerings (ICO).

Namun, Menurut beberapa pengamat Cryptocurrency hal semacam ini disebabkan kekhawatiran dari negara-negara akan anjloknya mata uang negara mereka akibat tertindih oleh harga Cryptocurrency. Terbukti beberapa hari yang lalu Deputi Menteri Keuangan Malaysia ; Datuk Seri Johari Abdul Ghani menyatakan bahwa bukan hal yang tidak mungkin jika Malaysia melegalkan aktifitas Cryptocurrency. Padahal Kita tahu bahwa Malaysia salah satu Negara Asia yang pernah menghembuskan issu bahwa Crypto itu ilegal.

Maka, tidak heran jika salah satu Exchange Cryptocurrency ternama Yobit menulis sebuah pernyataan keoptimisan mereka akan kemajuan Bitcoin di tahun 2018 ini.

Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments